Analisa Aktivitas Antibakteri Rebusan Daun Sirih Dengan Rebusan Daun Kemangi Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans

ENNY WILLIANTI, THEODORA THEODORA, WAHYUNI DYAH PARMASARI

Abstract


ABSTRACT

 

Background: Betel leaf contains essential oils consisting of bethelphenol, kavikol, sesquiterpenes, hydroxycavikol, cavibetol, estragol, eugenol and carvacrol. Essential oils are antibacterial due to the presence of phenol compounds and their derivatives that can denature the bacterial cell proteins. Basil leaves contain compounds from essential oils, namely 1,8-cineole, ß-bisabolene, and methyl eugenol. These three ingredients are soluble to ethanol and can cause damage to the cell membranes of the Streptococcus mutans bacteria, which are members of the normal oral flora but can turn into pathogens if the balance of normal flora is disturbed. The aim of this study was to determine the difference in the activity of the antibacterial  of decoction betel leaf (piper betle L. ) with a decoction of basil leaves (ocimum sanctum) against growth of bacteria Streptococcus mutans (in vitro study).

Method: this observational research with disk diffusion techniques. This study observed and measured the diameter of the inhibitory zone in MHA formed by decoction of betel leaf (piper betle L) and basil leaf (ocimum sanctum) in units of millimeters (mm). There were 2 groups with 16 replications.

Results: the results of the description test showed that the antibacterial activity of the betel leaf decoction and the highest decoction of basil leaf was 17 mm and the lowest was 15 mm, but the average antibacterial value of betel leaf decoction (15,81) greater than the average value of antibacterial activity of basil leaf (15.75). This is because there are chemicals contained in betel leaf similar as contained in basil leaf, namely essential oils.

Conclusion: there is no difference in the antibacterial activity of decoction  betel leaf with decoction basil leaf against growth of bacteria Streptococcus mutans.

 

Keywords: Betel leaf decoction, basil leaf  decoction, Streptococcus mutans.     

 

 

Abstrak

 

Latar Belakang: Daun sirih mengandung minyak atsiri yang terdiri dari bethelphenol, kavikol, seskuiterpen, hydroxycavikol,cavibetol, estragol, eugenol dan carvacrol. Minyak atsiri bersifat antibakteri karena adanya senyawa phenol dan turunannya yang dapat mendenaturasi protein sel bakteri. Daun kemangi mengandung senyawa dari minyak atsiri yaitu 1,8-cineole, ß-bisabolene, metyl eugenol. Ketiga bahan tersebut memiliki sifat larut terhadap etanol dan dapat menyebabkan kerusakan membran sel bakteri streptococcus mutans yang merupakan anggota flora normal rongga mulut tetapi dapat berubah menjadi patogen jika keseimbangan flora normal terganggu.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri rebusan daun sirih (piper betle L) dengan rebusan daun kemangi (ocimum sanctum) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans (penelitian in vitro).

Metode: penelitian observasional ini dengan teknik difusi. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati dan mengukur diameter zona hambat pada MHA yang dibentuk oleh rebusan daun sirih (piper betle L) dan daun kemangi (ocimum sanctum) dalam satuan milimeter (mm). Terdapat 2 kelompok dengan replikasi sebanyak 16.

Hasil : Hasil uji deskripsi menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri pada rebusan daun sirih maupun rebusan daun kemangi yang tertinggi sebesar 17 mm dan yang terendah 15 mm. Tetapi pada nilai rata-rata efektifitas antibakteri rebusan daun sirih (15,81) lebih besar daripada nilai rata-rata efektifitas antibakteri rebusan daun kemangi (15,75). Hal ini dikarenakan ada zat kimia yang terkandung dalam daun sirih mirip dengan yang terkandung dalam daun kemangi, yaitu minyak atsiri.

Kesimpulan : tidak ada perbedaan aktivitas antibakteri rebusan daun sirih dengan rebusan daun kemangi terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.

 

Kata kunci:  rebusan daun sirih, rebusan daun kemangi, Streptococcus mutans.

 

     


Keywords


rebusan daun sirih, rebusan daun kemangi, Streptococcus mutans.

Full Text:

PDF

References


Arina Hilmi Sari. 2016. Daya Hambat Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) Terhadap Streptococcus Sanguinis Pada Berbagai Konsentrasi.

Brooks. G., Butel J., Morse S., 2010. Jawetz, Melnick, and Adelberg Medical Microbiology ed 25. The McGraw-Hill Companies, Inc.

Hasrul, Fadyla Fany. 2016. Uji Sensitivitas Dan Resistensi Bakteri Streptococcus Mutans Penyebab Karies Gigi Terhadap Beberapa Antibiotik Secara In Vitro Di Rumag Sakit Umum Daerah Haji Makassar. Skripsi. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Muhlisah F. 2010. Tanaman obat Keluarga. Penebar Swallayan. Jakarta.

Novita, Willia. 2016. Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Daun Sirih (Piper betle L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus Mutans Secara In Vitro, JMJ, Volume 4 , Nomor 2, November 2016, Hal: 140-155.

Oktaviani, F.S. 2015. Persepsi Masyarakat Terhadap Peran Dan Kepentingan Tokoh Dalam Penyebaran Pengetahuan Tanaman Obat. Bogor: IPB.

Olivia, 2010. Daya hambat Ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum) terhadap pertumbuhan bakteri plak. Skipsi. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya.

Susanto, D., Sudrajat, R.Ruga. 2012. Studi Kandungan Bahan Aktif Tumbuhan Meranti Merah Sebagai Sumbu Senyawa Antibakteri. Mulawarman Scientifie. 11(2):181-190.

Tan, H.T., Rahardja, K.2010. Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan Dan Efek-Efek Sampingnya. Edisi Keenam. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Hal: 57-58, 81-82.




DOI: http://dx.doi.org/10.30649/htmj.v18i1.459

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Enny Willianti, Theodora Theodora, Wahyuni Dyah Parmasari

Indexing:

sinta-logogarudagoogle road

 

Lisensi Creative Commons
Hang Tuah Medical Journal (Print ISSN: 1693-1238 | Online ISSN: 2598-4861) is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. Published by Hang Tuah University Press, Surabaya, Indonesia. 

Statistik Pengunjung