Relationship Between Physical Activity and Personal Hygiene with Pathological Leukorrhea in Female Sports Students

Penulis

  • TITANIA ARFINISA KIRANA Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
  • BAMBANG PURWANTO Department of Medical Physiology and Biochemistry, Faculty of Medicine University Airlangga 60131, Surabaya, East Java, Indonesia
  • WAHYUL ANIS Midwifery Program Study, Faculty of Medicine University Airlangga 60131, Surabaya, East Java, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30649/htmj.v19i2.149

Kata Kunci:

risk factor, activity, vaginal hygiene, leukorrhea

Abstrak

Latar belakang : Kesehatan reproduksi wanita harus memperoleh perhatian yang serius terutama masalah yang sering dialami oleh sebagian besar wanita yaitu leukorea. Persoalan tersebut sering diabaikan dan dianggap ringan, padahal jika terlambat ditangani maka akan bisa menjadi sangat fatal. Di Indonesia, wanita yang mengeluhkan keputihan lebih dari 80% diantaranya adalah patologis. Analisis terhadap faktor risiko keputihan patologis dapat menjadi langkah awal pencegahan leukorea lebih dini terutama pada komunitas wanita yang aktif berolahraga. Metode : Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel adalah 70 mahasiswi Keolahragaan di Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square pada SPSS. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kejadian leukorea patologis (p value 0,141); tidak ada hubungan antara frekuensi ganti celana dalam dengan kejadian leukorea patologis (p value 1,000); tidak ada hubungan antara penggunaan bahan celana dalam dengan kejadian leukorea patologis (p value 0,207); ada hubungan antara cara membasuh vagina dengan kejadian leukorea patologis (p value 0,007); tidak ada hubungan antara penggunaan sabun pembersih vagina dengan kejadian leukorea patologis (p value 0,376); tidak ada hubungan antara penggunaan panty liner dengan kejadian leukorea patologis (p value 1,000). Kesimpulan : Faktor risiko yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian leukorea patologis adalah cara membasuh vagina. Sedangkan faktor lain seperti tingkat aktivitas fisik, frekuensi ganti celana dalam, penggunaan bahan celana dalam, penggunaan sabun/antiseptik vagina, dan penggunaan panty liner tidak memiliki hubungan dengan kejadian leukorea patologis pada mahasiswi prodi keolahragaan di Surabaya.

Kata kunci : faktor risiko, aktivitas, higiene vagina, leukorea

Referensi

Abrori, Hernawan, A. D., and Ermulyadi, 2017. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Keputihan Patologis Siswa SMAN 1 Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara. Unnes Journal of Public Health, Vol. 6, No. 1, Januari, 24– 34. https://doi.org/10.1177/1403494814549494

Ariyani, 2012. Penelitian Parasit dan Bakteri Pada Akseptor KB dan Ibu Hamil Yang Menderita Fluor Albus.

Arumdika, Titis, 2018. Efektifitas Pemberian Cairan Antiseptik Pembersih Kewanitaan Dengan Air Rebusan Daun Sirih Terhadap Kejadian Keputihan Pada Siswi Di Sman 1 Barat Kecamatan Barat Kabupaten Magetan. Program Studi Keperawatan Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.

Azizah, N, 2015. Karakteristik Remaja Putri dengan Kejadian Keputihan di SMK MUhammadiyah Kudus. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kebidanan, Vol. 6, No. 1, January, 57-78 htts://ejr.stikesmuhkudus.ac.id

Cahyaningtyas, R, 2019. A Correlation Study of Vaginal Hygiene Behaviors and the Presence of Candida sp. in Bathroom Water with Pathological Leucorrhea in Female Students of Islamic Boarding School in Surabaya, Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(3), p. 215. doi: 10.20473/jkl.v11i3.2019.215-224.

CDC, 2017. Vaginal Candidiasis. Diakses dari https://www.cdc.gov/fungal/diseases/candidi asis/genital/index.html

Ernawati, Seweng A., and Ishak H, 2013. Faktor Determinan Terjadinya Vaginosis Bakterial Pada Wanita Usia Subur Di Kota Makassar. https://ejournal.stikesnh.ac.id

Husni, E. and Sukesi, 2020. Pemberdayaan Remaja Awal Dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Melalui Peningkatan Perilaku Higiene Genetalia Di SDN Airlangga I / 198 Surabaya, in Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya, pp. 1–4.

Khan, S. a, Amir, F., Altaf, S., and Tanveer, R, 2009. Evaluation of Common Organisms Causing Vaginal Discharge. Journal of Ayub Medical College Abbottabad JAMC. 21(2): 90–93

Maimunah and Deviyanti, W. R, 2019. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Putri Kelas XI tentang Personal Higiene saat Menstruasi Untuk Mencegah Keputihan. Jurnal Antara Kebidanan, 2(1), pp. 10–15.

Mancuso, A. C, Ryan, G.l, 2015. Normal Vulvovaginal Health in adolescent. Journal Pediatr Adolesc Gynecol. vol 28, pp 132-135

Marhaeni, G. A 2016. ‘Keputihan Pada Wanita’, 13(1), pp. 30–38. doi: 10.1007/s11038-006-9134-2.

Marbu,. 2018. Kejadian Keputihan Pada Mahasiswi Akademi Kebidanan Salsabila Banten. Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima, Vol 2 No. 2 : 7-18

Maulidha, N, 2017. ‘Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa UKM Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Yogyakarta’.

Oriza, N. and Yulianty, R, 2018. ‘Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri di SMA Darussalam Medan’, Jurnal Bidan Komunitas, 1(3), p. 142. doi: 10.33085/jbk.v1i3.3954.

Paryono, P. and Nugraheni, I, 2016. ‘Perilaku Penggunaan Tisu Toilet Terhadap Kejadian Keputihan Pada Remaja’, Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 1(1), pp. 20–27. doi: 10.37341/jkkt.v1i1.60.

Persia. A, 2015. Hubungan Pemakaian Panty Liner dengan Kejadian Flour Albus pada Siswi SMA di Kota Padang Berdasarkan Wawancara Terpimpin (Kuisioner). Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 4(2)

Pribakti, N, 2012. Tips dan trik merawat organ intim. Jakarta: Sagung Seto

Rachmadianti, F, 2019. Skripsi analisis perilaku pencegahan keputihan pada remaja putri berdasarkan teori HPM.

Triyani R, Ardiani S. Hubungan Pemakaian Pembersih Vagina Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri. Bidan Prada J Publ Kebidanan Akbid Ylpp Purwokerto. 2013;4(01)

Sari, W, 2012. Panduan Lengkap Kesehatan Wanita. Bogor: Penebar Plus.

Setyowati, Sulistio Dyah, 2013. Hubungan Sanitasi Pondok Pesantren Dan Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan (Fluor Albus) Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren AlLathifiyah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga

Wardani, Ayu Kusuma, 2017. Hubungan Pengetahuan Kebersihan Genetalia Eksterna Dengan Kejadian Flour Albus Atau Keputihan Pada Remaja Putri Di Madrasah Aliyah Kare Kabupaten Madiun. Program Pasca Sarjana Keperawatan STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Wati, S, 2014. Hubungan Pemakaian Panty Liner dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Vulva(Online),http://thesis.umy.ac.id/index.php?opo=popUpBibl iografi&id=48441&cs=1. ‘WHO | Physical Activity’ (2017) WHO. World Health Organization. Available at: https://www.who.int/dietphysicalactivity/pa/en/ (Accessed: 20 March 2021).

WHO, 2018. Reproductive health in Western Pacific. Available at: https://www.who.int/westernpacific/health-topics/reproductive-health (Accessed: 20 March 2021).

Wijayanti, I, 2017. Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di SMA N 2 Ngaglik Sleman. Universitas Gadjah Mada.

Diterbitkan

2022-05-31

Cara Mengutip

TITANIA ARFINISA KIRANA, T. A. K., BAMBANG PURWANTO, & WAHYUL ANIS. (2022). Relationship Between Physical Activity and Personal Hygiene with Pathological Leukorrhea in Female Sports Students. Hang Tuah Medical Journal, 19(2), 216–229. https://doi.org/10.30649/htmj.v19i2.149