Hubungan BBLR dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-60 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan I Tahun 2018-2019
DOI:
https://doi.org/10.30649/htmj.v22i2.470Kata Kunci:
stunting, BBLR, balita, puskesmasAbstrak
Kejadian balita pendek atau stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama sehingga dapat menyebabkan terjadinya gangguan-gangguan dalam perkembangan fisik serta fungsi kognitif hingga dapat menyebabkan kematian. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting pada balita adalah adanya riwayat berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian stunting pada anak usia 24-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan I tahun 2018-2019 dengan menggunakan metode penelitian analitik dan rancangan studi kasus kontrol serta menggunakan metode pengumpulan data sekunder yang berasal dari bagian gizi dan KIA di Puskesmas Tabanan I. Sampel penelitian adalah sejumlah 190 balita yang tercatat dalam laporan stunting dan BBLR di Puskesmas Tabanan I, selama tahun 2018-2019 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diperoleh dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS versi 25.0 dengan uji korelasi Spearman. Hasil uji Chi square menunjukkan bahwa nilai p lebih kecil dari taraf signifikan (p<0,05) dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada anak usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tabanan I. Hasil Levene’s test sebesar 0,184 (>0,05) yang berarti bahwa varians data antara kelompok stunting dan normal adalah homogen atau sama. Kesimpulan balita yang menderita berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki resiko 2,17 lebih besar untuk mengalami stunting dibandingkan balita yang tidak mengalami BBLR.
Referensi
A, W.W., 2018. Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia. J. Keperawatan Malang 1, 1–12. https://doi.org/10.36916/jkm.v1i1.45
Alba, A.D., Suntara, D.A., Siska, D., 2021. Berat Badan Lahir Rendah. J. Inov. Penelit. 1, 6.
Asri Dewi, N.L.M., Primadewi, N.N.H., 2021. Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-36 Bulan. J. Keperawatan Jiwa 9, 55–60.
Badjuka, B.Y.M., 2020. The Correlation between Low Birth Weight and Stunting in 24-59 Month Children in Haya-Haya Village, Western Limboto Sub-District, Gorontalo Regency. Afiasi J. Kesehat. Masy. 5, 23–32. https://doi.org/10.31943/afiasi.v5i1.94
Cut Zelita Andriani., Masluroh., 2023. Hubungan Anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian BBLR . Direktorat Kesehatan Keluarga pada Direktorat Gizi Masyarakat pada 12, 40–47. https://doi.org/10.30591/Siklus.V12i1.4631
Dahrianti, E.S., Madeppungeng, M., Latief, S., 2021. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Rappokalling. Hasanuddin J. Midwifery 3, 92–98.
Darmiati, 2021. Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan Pekerjaan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Di Puskesmas Bara-Baraya Makassar Tahun 2021. J. Kesehat. Delima Pelamonia 5, 61–66.
Febria, D., Irfan, A., Virgo, G., 2022. Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 10-36 Bulan di Kepenghuluan Bagan, Sinembah Timur 6, 124–127.
Hartati, L., 2020. Hubungan Riwayat Berat Badan Lahir Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-60 Bulan Di Puskesmas Jogonalan. INVOLUSI J. Ilmu Kebidanan 10, 38–44.
Hartiningrum, I., Fitriyah, N., 2019. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). J. Biometrika dan Kependud. 7, 97
Intan Ayu Islami dkk, B.B., 2020. The Correlation Between the Birth Bodyweight of Newborn Infant and Stunting Among Under Five Years Old Children in Arjasa Community 31, 1–10.
Kemenkes RI, 2018. Buletin Stunting. Kementeri. Kesehat. RI 301, 1163–1178.
M.S. Hidayat, G.N.I.P., 2017. Puskesmas Sidemen Karangasem. E-Jurnal Med. 6, 1–5.
Murti, F.C., Suryati, S., Oktavianto, E., 2020. Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (Bblr)Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun Di Desa Umbulrejo Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul. J. Ilm. Kesehat. Keperawatan 16, 52. https://doi.org/10.26753/jikk.v16i2.419
Pratiwi, A.M.L.E., 2018. Hubungan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Kelurahan Tegalrejo. Naskah Publ. Fak. Ilmu Kesehat. Univ. Aisyiyah Yogyakarta 11.
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 2020. Situasi Stunting di Indonesia. Jendela data dan Inf. Kesehat. 208, 1–34.
Sholiha, H., Sumarmi, S., 2015. Analisis Risiko Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (Bblr) Pada Primigravida. Media Gizi Indones. 10, 57–63.
SSGI, 2021. buku saku hasil studi status gizi indonesia (SSGI) tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota tahun 2021. Angew. Chemie Int. Ed. 6(11), 951–952. 2013–2015.
Studi Pendidikan Dokter, P., 2021. Hubungan Berat Badan Lahir Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia Balita Di Puskesmas Idi Tunong. J. Sains Ris. | 11, 745.
Sunartiningsih, 2018. Kejadian Stunting Pada Balita Usia. Eprints.Fkmupri.Ac.Id 9, 55–60.
TNP2K RI, 2018. Panduan Konvergensi Program/Kegiatan Percepatan Pencegahan stunting. TNP2K Sekr. wakil Pres. Republik Indones. 96.
Vivin Eka Rahmawati, 2021. Hubungan Panjang Badan Lahir dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Usia 0-59 Bulan di Kabupaten Jombang. Angew. Chemie Int. Ed. 6(11), 951–952. 2013–2015.
Widyaningsih, P.A.I., 2021. Karakteristik Ibu Hamil Yang Melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah di Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas Sukawati II Gianyar 1, 5–24.
Winowatan, G., Malonda, N.S.H., Punuh, M.I., 2017. Hubungan Antara BB Lahir Anak dengan Kejadian Stunting pada Anak Batita diwilayah Kerja Puskesmas Sonder Kab Minahasa. J. Kesma 6, 1–8.
Zuhrotul Eka Yulis Anggraeni, Hendra Kurniawan, Mohammad Yasin, A.D.A., 2020. Hubungan Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Stunting. Indones. J. Heal. Sci. 12, 51–56.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 HANG TUAH MEDICAL JOURNAL

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






