Autoimmune Hemolytic Anemia (AIHA) and Hypereosinophillia in Multiple Myeloma Patients in Saiful Anwar Hospital, Malang
DOI:
https://doi.org/10.30649/htmj.v17i1.62Kata Kunci:
Multiple myeloma, Dikrasia sel Plasma, AIHA, EosinofilliaAbstrak
ABSTRAK
Multiple myeloma adalah suatu diskrasia sel plasma yang ditandai dengan lima tanda klinis yaitu anemia, protein monoclonal pada serum dan/atau urine, radiologi tulang dan nyeri tulang yang abnormal, hiperkalsemia serta insuffisiensi dan/atau gagal ginjal.Anemia hemolitik Autoimun (AIHA) adalah kondisi klinis dimana antibodi Ig G dan atau Ig M berikatan dengan antigen permukaan sel darah merah dan terjadi destruksi sel darah merah lewat sistem komplemen dan sistem retikuloendotelial. Autoimun hemolitik anemia (AIHA) ditandai dengan produksi antibodi langsung terhadap sel darah merah.Autoimun hemolitik anemia (AIHA) ditandai dengan produksi antibodi langsung terhadap sel darah merah. AIHA merupakan kelainan yang tidak sering terjadi, dengan perkiraan insiden 1 – 3 kasus per 100.000 pertahun.Didapatkan seorang pasien Multiple Myeloma dengan AIHA yang kemungkinan terjadi karena suatu ikatan non spesifik yang terjadi karena protein M kadar tinggi atau beberapa abnormalitas sel darah merah pasien, juga didapatkan suatu eosinofillia. Eosinofilia dari darah tepi didefinisikan sebagai penghitungan eosinophil absolut ≥ 0,5 x 109/L.Secara umum, eosinophilia dibagi menjadi tipe familial dan tipe didapat.Untuk mengetahui penyebab eosifillia dari pasien ini perlu pengamatan dan pemeriksaan lebih mendalam






