Therapeutic Plasma Exchange pada Pasien dengan Sindrom Guillain–Barré
DOI:
https://doi.org/10.30649/htmj.v23i2.967Kata Kunci:
Guillain–Barré Syndrome, AMSAN, therapeutic plasma exchange, perawatan intensifAbstrak
Latar Belakang: Guillain–Barré Syndrome (GBS) merupakan neuropati autoimun akut yang dapat berkembang cepat hingga menyebabkan kelemahan berat dan kegagalan pernapasan. Therapeutic plasma exchange (TPE) merupakan salah satu terapi imunomodulator utama yang direkomendasikan pada GBS, terutama pada kasus dengan manifestasi klinis berat. Laporan Kasus: Dilaporkan seorang perempuan berusia 64 tahun dengan kelemahan progresif keempat ekstremitas yang berkembang cepat hingga memerlukan perawatan intensif dan ventilasi mekanik. Pemeriksaan konduksi saraf menegakkan diagnosis Guillain–Barré Syndrome subtipe Acute Motor and Sensory Axonal Neuropathy (AMSAN). Pasien menjalani therapeutic plasma exchange sebanyak empat siklus. Meskipun protokol standar umumnya merekomendasikan lima siklus, terapi dihentikan lebih awal karena telah dicapai perbaikan klinis yang bermakna. Pembahasan: Setelah pemberian TPE, pasien menunjukkan perbaikan klinis bertahap berupa stabilisasi hemodinamik, penurunan kebutuhan ventilasi mekanik, dan keberhasilan ekstubasi. Respons klinis yang cepat mendukung pendekatan individualisasi jumlah siklus TPE berdasarkan evaluasi klinis berkelanjutan, khususnya pada pasien kritis. Kesimpulan: Therapeutic plasma exchange merupakan terapi imunomodulator yang efektif pada Guillain–Barré Syndrome dengan manifestasi berat. Pendekatan individualisasi jumlah siklus TPE berdasarkan respons klinis dapat memberikan hasil optimal tanpa harus selalu mengikuti protokol standar secara kaku.
Referensi
van Doorn PA, Ruts L, Jacobs BC. Clinical features, pathogenesis, and treatment of Guillain–Barré syndrome. J Neurol Neurosurg Psychiatry. 2023;94(2):89–98.
Connelly-Smith L, Padmanabhan A, Aqui N, Balogun RA, Klingel R, Meyer E, et al. Guidelines on the use of therapeutic apheresis in clinical practice: Evidence-based approach from the American Society for Apheresis (ASFA). J Clin Apher. 2023;38(2):77–278.
Cortese I, Chaudhry V, So YT, Cantor F, Cornblath DR. Evidence-based guideline update: Plasmapheresis in neurologic disorders. Neurology. 2011;76(3):294–300.
van der Meché FGA, Schmitz PIM. A randomized trial comparing intravenous immune globulin and plasma exchange in Guillain–Barré syndrome. N Engl J Med. 1992;326(17):1123–1129.
Plasma Exchange/Sandoglobulin Guillain–Barré Syndrome Trial Group. Randomised trial of plasma exchange, intravenous immunoglobulin, and combined treatments in Guillain–Barré syndrome. Lancet. 1997;349(9047):225–230.
Zaki HA, Elgendy AY, Alkasaby MA, Hassan A, Abo Elfotoh MM. Plasma exchange versus intravenous immunoglobulin for Guillain–Barré syndrome with severe symptoms: A systematic review and meta-analysis. eNeurologicalSci. 2023;31:100468.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Hang Tuah Medical Journal

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






